ReksadanaPernahkan Anda mendengar kata “Reksadana”? Istilah tersebut sering terdengar saat orang-orang membahas pilihan investasi. Banyak orang yang justru memilih instrumen penanaman modal ini sebagai favorit mereka, sebab nilainya yang lebih terjangkau.

Sering disebut pula sebagai mutual fund, reksadana adalah wadah untuk mengumpulkan dana dari masyarakat untuk kemudian dikelola oleh perusahaan profesional  atau yang dikenal dengan Manajer Investasi (MI) ke dalam produk-produk investasi seperti saham, pasar uang, obligasi dan efek atau security lainnya. Sejarah reksadana sendiri berawal pada tahun 1944 dengan sebutan Eendragt Maakt Magt (Persatuan Menciptakan Kekuatan) yang diusulkan oleh seorang pedagang Belanda bernama Andriaan van Ketwich. Pada tahun-tahun berikutnya, banyak pihak dari berbagai negara yang mengikuti langkah ini sampai akhirnya muncul reksadana dengan konsep yang lebih modern. Di Indonesia, instrumen investasi ini bermula pada tahun 1976 atau saat pemerintah mendirikan PT. Danareksa.

Sejarah reksadana yang panjang menunjukkan bagaimana instrumen investasi ini mampu menarik perhatian masyarakat. Sistemnya pun cukup mudah untuk dipahami. Ada beberapa investor yang menggabungkan dana mereka dan menyerahkannya ke perusahaan manajemen investasi untuk dikelolakan secara profesional. Apabila investasi tersebut mendatangkan keuntungan, maka setiap investor akan memperoleh bagian yang sesuai dengan nilai investasi masing-masing. Sebaliknya, kalau akhirnya merugi, maka besarnya kerugian yang dialami juga mengikuti besarnya porsi modal yang ditanamkan.