Menjual Unit Reksadana SahamDua hal penting yang dilakukan oleh investor reksadana saham adalah membeli dan menjual unit reksadana mereka. Setelah membeli reksadana, investor boleh membeli reksadana tambahan atau menjual reksadana yang mereka miliki. Investor menjual unit reksadana saham untuk mengambil keuntungan atau untuk beralih ke investasi lainnya.

Reksadana saham adalah reksadana dengan prosentasi investasi yang sebagian besar (lebih dari 80%) berupa saham. Walaupun demikian, dalam reksadana saham, penjualan unit reksadana dilakukan seperti halnya jenis reksadana lainnya yaitu menjual unit penyertaannya, bukan menjual asetnya. Unit penyertaan merupakan satuan kepemilikan investasi yang nilai awalnya ditentukan oleh peraturan yang berlaku sedangkan nilai selanjutnya ditentukan dari NAB/jumlah unit penyertaan. Jadi, pemilik reksadana bukan menjual sahamnya karena aset dikelola oleh manager investasi.

Penjualan unit reksadana dilakukan sesuai dengan jenis reksadananya, apakah terbuka atau tertutup. Pada reksadana terbuka, unit bisa dijual kembali kepada perusahaan investasi sedangkan pada reksadana tertutup unitnya hanya bisa dijual melalui mekanisme bursa efek pada investor lain. Pada reksadana terbuka, harga unit penyertaannya sama dengan nilai aktiva bersih per unit penyertaan sedangkan pada reksadana tertutup harganya sesuai dengan mekanisme pasar sehingga bisa lebih rendah atau lebih tinggi.

Umumnya, reksadana di Indonesia adalah reksadana terbuka sehingga investor mudah untuk menjualnya dengan cara menghubungi manager investasi mereka. Tentunya, penjualan unit reksadana mengikuti ketentuan yang telah disepakati sebelumnya dengan manager investasi. Biasanya, penjualan tersebut memerlukan waktu maksimal 7 hari sampai investor bisa mendapatkan uang mereka.