Naik Turunnya Nilai SahamSebagai jenis investasi yang menyertakan saham dalam portofolionya, reksadana terutama reksadana saham sangat dipengaruhi oleh naik turunnya nilai saham. Pengetahuan tentang komponen-komponen yang bisa mempengaruhi harga saham diperlukan untuk mengetahui resiko investasi, memprediksi yang akan terjadi, dan panduan dalam mengambil langkah investasi.

Pada dasarnya, harga saham sangat dipengaruhi oleh hukum permintaan dan penawaran. Saat permintaan naik lebih tinggi daripada penawaran, harga saham akan naik. Saat para investor berbondong-bondong menjual sahamnya lebih banyak dari peminatnya, harganya akan turun. Transaksi-transaksi tersebut dipengaruhi oleh keinginan menjual atau membeli dari investor. Keinginan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa komponen berikut:

  • Kondisi Perusahaan Emiten

Faktor fundamental seperti kondisi manajemen, keadaan keuangan, dan kondisi internal perusahaan lainnya sangat mempengaruhi nilai perusahaan. Kondisi yang baik akan membuat investor memburu sahamnya dan kondisi buruk akan membuat investor menjual saham mereka.

  • Kondisi Pasar Investasi Lain

Saat ada perubahan kondisi pada pasar investasi lain, investor mungkin akan mengalihkan investasi mereka pada yang lebih menguntungkan. Contohnya, saat pasar saham lesu sedangkan tingkat suku bunga bank naik, investor mungkin akan beralih ke produk bank.

  • Kondisi Negara

Kondisi negara sangat berpengaruh pada kinerja suatu perusahaan dan kepercayaan investor asing.

  • Berita dan Rumor

Disaat ada berita baik tentang suatu perusahaan atau negara, investor akan memberikan kepercayaan dan membeli saham, begitu pula sebaliknya.

Sebenarnya masih banyak hal yang bisa mempengaruhi harga saham karena pasar saham adalah pasar yang sangat rumit yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Naik dan turunnya nilai saham dapat terjadi secara tiba-tiba sehingga para investor harus sangat berhati-hati.